Articles, Blog

We Are Legends 2019 full movie with indo subtitle..

We Are Legends 2019 full movie with indo subtitle..


Dont forget to click subscribe.. Awas kau! Hei! Hei! Astaga! Kurang ajar! Dari mana saja kau? Aku baru pulang kerja. Ayo. Hei. Kita menang dua laga! Tapi kali ini kau harus kalah. Jika kau kalah, utang lunas
dan dibayar lima kali lipat. – Ingat, harus bagus.
– Baik. Bungkuslah! Kau siap? Bunny! Bunny! MADDOG: 4,5
BUNNY: 1,5 Mana uangku, Blackie? Ayo bicara. – Ayo selesaikan.
– Siapa yang tanggung jawab? – Ya?
– Kau dicari Blackie. – Sembunyilah.
– Kau mau ribut? – Ayo, Jack.
– Bertahanlah! Jason! Bertahan! Bagus! JUARA Lagamu dengan Jason viral! Lebih dari tiga juta tampilan di YouTube. Jack, kau sengaja patahkan tangannya? Kau akan minta maaf pada Jason? Minta maaf? Seperti minta maaf ke samsak. MMA bukan olahraga. Dia kontes ketahanan fisik. Saat dua petarung masuk arena,
hanya satu yang menang. Jika aku menang angka, dia akan salahkan juri. Jika aku menjatuhkannya,
dia akan bilang aku beruntung. Tapi aku patahkan lengannya. Itu salahnya sendiri. Dengan 49 kemenangan beruntun, kau legenda petarung amatir. Bagaimana rasanya jadi terkenal? Jujur, aku bukan petarung berbakat. Kami tak punya pelatih, atau mesin khusus untuk berlatih di gym. Semua prestasiku ini,
kuraih dari kerja keras dan dedikasi. Kami dengar kau punya
didikan yang menarik. Mau berbagi dengan penonton? Aku dan adikku besar di panti asuhan. Hei, sapu daun-daun itu. Seriuslah! Atau kau tak makan. Dan kau. – Apa?
– Itu jatahmu. Cepat, waktunya habis! Hari sudah sore. Ayo! Satu, dua, tiga. Bagus! Lihat. Satu, dua, tiga. Bagus. Satu, dua, tiga. Pukulan lurus! Kenapa main di sini? Kembalikan bolaku! Pukul dia! Lepaskan adikku! Tangkap dia! – Pukul dia!
– Hei! Jangan berkelahi di sekolah! Berhenti! Kepala Sekolah! Aku dipukul! Apa katamu? Kurang ajar! Kepala Sekolah. Dia jatuh sendiri. Kau berani pukul siswa? Kau dipecat! Bukan salah Eric! Keluarkan aku saja! Jangan kurang ajar ke Kepala Sekolah! Jaga sikapmu! Sudah cukup! Kepala Sekolah. Aku benci pekerjaan ini!
Aku berhenti! Tidak lagi! Aku pergi! Aku yang urus mereka! Selamat siang! Kalian berdua, ayo! Cepat! Salah, ke sana. Ayo! Hati-hati. Aku menemukan tempat! Hei! Pergi dari sini! – Ayah…
– Maaf. – Sekarang apa?
– Diam. Bagaimana sekarang? Bagaimana aku tahu?
Apa yang bisa kulakukan? Kita tidur di sini? Sabar, Jack. Hanya semalam. Kakak! Karma buruk… Berlutut pada Simo! Simo! Lagi? Kami tidur di kamar lamaku! Kami tak akan merepotkanmu! Lewat sini. Cepat. Ayo, Bunny! Bawa tasnya! Ayo! Bawa tasnya! Sarung kiri searah jam. Sarung tangan kanan sebaliknya. Sarung kiri searah jarum jam. Sarung kanan sebaliknya. – Makanlah.
– Terima kasih! Tomat juga. Apa itu? Bukan begitu. Akan kutunjukkan caranya. Pengiriman terakhir ke Chubby Ling.
Selesai! Cepat! – Cepat!
– Ya! Ayah! Ayah! Panggil ambulans! Ayah! Cepat! Tolong! Sejak ayah stroke, sebagai saudara, kami mulai tumbuh. Aku baru tahu dia ikut pertarungan ilegal. Berhenti! Ada apa? Aku dan kau! Jika kau menang, lanjutkan! Jika kau kalah,
berhenti ikut pertarungan itu! Untuk apa aku mencari uang? Sekolahmu kubiayai, tapi main-main! Kau dikeluarkan! Untuk apa sekolah? Aku cari uang! Untuk apa kita belajar tinju?
Bukan untuk cari uang. Kita bertarung untuk jadi juara! Kau yang mau bertarung profesional,
bukan aku! Aku tak bisa begitu! Silakan bertarung demi kejayaan. Aku masih harus bayar tagihan! Lihiat dirumu.
Kau bekerja seharian untuk uang receh. Jangan kembali! Tidak akan! Simo … – Anak itu kembali.
– Ya. Petarung amatir takut kepadaku. Lupakan pecundang itu.
Berikutnya debut profesionalku. Jika jumpa adikmu lagi, bagaimana? Dia adikku. Mau bagaimana? Menghajarnya? Demikan. Terima kasih
mengisi acara kami, Jack. Semoga temukan lawan sepadan
dan sukses di debutmu! Terima kasih! Aku antar reporter ini ke mobilnya. Terima kasih mau menjemputku! Kurang ajar! Kalian lihat apa? Kalian memang orang aneh. Selalu saja sama. Apa tak bosan? Aku punya kabar baik. Kau akan menikah? Jack menemukan lawan!
Dia baru saja menandatangani kontrak! – Ya!
– Selamat, Jack. Selamat, Jack. Tunggu! Siapa orang yang beruntung itu? Jason Chan? Lagi? Aku kalahkan dia dalam semenit.
Bukan dia. Membosankan. Jangan sombong. Setelah kau mematahkan tangannya, dia masuk gym baru dan pelatih baru. Dia menang lima laga terakhirnya. Para petarung di sasananya veteran. Semuanya. Tapi kau punya aku sebagai pelatihmu,
aku juga lumayan. Kau belum tentu menang. Bunny kembali! – Kakak.
– Kurang ajar! – Jangan semangati dia!
– Hei! Urus pertarunganmu sendiri. Jason berlatih dengan juara dunia,
ahli gizi yang mengurus dietnya. Sponsor bubuk protein. Kau harus kurangi 10 kg dalam 14 hari. Kau tak akan bisa
bahkan jika kupotong kakimu. Kita tidak perlu seperti itu. Kau pernah melakukannya. Kini pasti bisa. Jangan sekarang. – Bunny!
– Apa? Ayo temui ayahmu. Berlutut! Ayah! Tidur nyenyak? Seberapa parah dia? – Aku tak memukulnya dengan parah.
– Ya. Berdirilah! Berapa kali kukatakan?
Lindungi terus dirimu! – Berapa bobotmu?
– Bobotku 138. – Kilogram?
– Pon. Bobotmu 138 pon? Ayahku selalu bilang, petarung terbaik bobotnya 150 pon. – Kecepatan dan kekuatan seimbang.
– Ya. Sampai di mana? Kecepatan dan kekuatan seimbang. – Ya! Bobot 150 pon!
– Ya. Sekarang adikmu kembali. Reuni hebat! Berlatih keras! Bangun tubuh itu! Bobot 150 pon! – Ikuti ucapkanku!
– Bobot 150 pon! Benar! Menangkan sabuk emas! Untuk apa sabuk itu? Kau tak punya? Apa ini? Seperti usus ayam. K, A, K, I… Pemimpin timmu memberitahuku. Kau tidak bisa terus begini. Aku lihat wawancara pacarmu di TV.
Dia lumayan. Kau bisa hidup dengan MMA? Orang Hong Kong tahu itu? Kenapa kau tak cari pria baik dan menikah? Tak semua gadis mau menikahi
orang kaya dan bersantai. Kau tak ada mimpi? Aku tidak bermimpi. Itu sebabnya aku tak kerja dua sepertimu dan setiap malam harus pergi
ke gym bau itu. Mengajar Jujitsu gratis. Hei, Dik. Bisa minta adik iparku libur sepekan? Ya! Kitabelum pernah berbelanja ke Tokyo! Kakak iparmu tak mau aku di kantor. Jack ada sebuah pertarungan. Dia butuh aku mengurangi bobot. Dia sangat membutuhkanku. Jika kau ingin habiskan masa mudamu
dengan sia-sia, silakan saja. Aku akan katakan kau berhenti. Mari ulas pelajaran. Bagaimana musuh mendekat? Satu, jaga jarak dengan musuh. – Dan?
– Bersiap untuk lari! Bagus, kelas selesai! Kakak, boleh kuikut? Bau sekali, Kak! Simo, ini pertarungan terakhir Jason. Dia sangat mengesankan. Jack! Lepas baju, timbang badan! Apa yang kau lihat? Apa yang kau lihat? Apa-apaan ini? Hei! Kalian berdebat apa? Diam! Diam! Ayo, cepat! Astaga! Bobotmu 75 kg? Jangan paksa aku memotong kakimu! – Fokus, Jack!
– Ya. Kakak, mau lari? Tunggu! Taruh ini di lokerku! Simo, aku akan lari! Ini semua salahmu. Aku tak peduli. Kau yang telah gagal. Sial. Lihat gadis itu! – Ayo kita ganggu dia.
– Ayo. Hai, Manis. Lihat dia! Lumayan. Apa yang kau lihat? – Aku bisa lihat apa pun!
– Tidak! Apa kau gila? Tolong berhenti memukulku! Berhenti! Kak! Kak! Ini aku! Lepaskan aku! Berhenti! Dia merampokku! Tolong hentikan! Kau jangan ikut-ikutan.
Kau bisa terluka parah. Tak ada yang bisa kendalikan amarahnya. Ayolah. Apa lagi? – Simo.
– Apa? Aku temani dia. Kau bau rokok. Jika Simo tahu,
kau akan diarang mengajar Jujitsu! Silakan beri tahu saja dia. Aku bukan pengadu. Tapi dia benar. Sudah kuduga,
kau duduk di sana saat dia memarahiku. Lima tahun aku bersabuk biru.
Dia tahu aku pernah berlaga. Dia tak promosikanku. Setelah Guru wafat, Simo berhenti promosikan semuanya. Apa sabuk ungu sepenting itu? Aku sudah mengecat rambutku
agar cocok! Astaga! Relakan saja. Jujur, jika kau marah, aku paham. Aku sangat mengerti. Tetapi jangan sampai dia tahu. Paham? Kau bahkan tak khawatir keselamatanku! Khawatirkan apa? Kau sabuk biru.
Aku khawatirkan pria mesum itu! Aku akan masuk arena, aku harus tetap fokus. Itu tidak adil! Kau tak bisa serahkan urusan
bobot badan itu padaku! Sulit. Aku kerja siang hari,
lalu berlatih malam hari. Aku hanya latihan malam. Aku belum dapat bobotnya. Aku memang bodoh. Sudah kubilang untuk berhenti kerja. Kini aku bekerja di perusahaan iparku. Aku libur sepekan untuk bersamamu. – Mau apa lagi?
– Jangan bohong! Aku tidak bohong. Adikmu menelepon, dia memecatmu! Dia memperingatkanku… jika tak segera melamarmu,
aku harus menjauh dari hidupmu! Kau bisa hidup jauh lebih baik dariku. Aku tak punya hak membuatmu menderita. Jack Chiu! Dengarkan baik-baik! Jangan kau pikir bisa mengusirku
begitu saja. Aku tahu kau tak serius
dengan ucapanmu tadi. Aku tahu betapa pentingnya diriku bagimu, bahkan jika kau tak mengakuinya. Silakan panggil aku jalang
di depan para siswa. Aku tak keberatan. Aku tak peduli jika kau menang 49 kali
atau kalah 49 kali. Aku akan terus menemanimu. Aku akan selalu mencintaimu. Kau tak bisa lari dariku. Kenapa kau tertawa? Luar biasa. Hei! Kalian! Jaga macam-macam! Jangan bercinta sebelum bertarung! Lututmu akan lemas! Simo! Aku mengerti! Lututmu akan lemas. Pendapat Simo benar barusan. Sudah lama kita tak bercinta. – Lakukan sendiri!
– Begini saja. Kita lakukan permainan kecil. Aku jadi si Mesum, lalu kau menghukumku. Bagaimana? Kau suka? – Jadi, kau mesum?
– Ya. Aku harus apa? Kalau cekikan segitiga? Lakukanlah! Ayo lakukan! Aku pasrah! Cekik aku! Tendang, ayo! Satu, dua! Ayo! Satu! Satu!
Satu, dua, tiga, empat! Cepat! Silang, satu, dua! Angkat tangan! Satu, dua! Bergerak! Satu, dua! Hei! Ada hal khusus untukmu. Aku mengundang Juara Sanda, Dixin,
untuk berlatih denganmu! Hai, terima kasih atas undangannya. – Simo…
– Ya? Gendut ini bukan kelas bobotku. Apa? Kau takut? Aku? Takut? Kau Juara Sanda? Aku pemula, masih belajar. Lebih keras lagi! Masuk kembali! – Dia kuat!
– Aku menyakitimu? Astaga! Berhenti! Cukup! Latihan selesai! Beri tepuk tangan! Terima kasih sudah mengundangku. Maaf. Terima kasih. Simo, aku belum selesai! Bunny, masuk! Siapa? Aku? Lima menit! Hanya pukulan, jangan ada darah! Tenang, kau tahu dia emosi. Beri dia sarung tinjunya. Mari lihat sehebat apa
pertarungan jalanannya! Terima kasih, Dixin. Aku mau kau merendahkan dia. Tidak masalah. Simo, dia sungguhan! Kenapa kau tak serius? Jack akan bertarung,
bagaimana jika luka? Itu beberapa hari lagi. Seriuslah! Aku memegangmu! Berengsek! Maaf, kau baik-baik saja? Tawuran untuk pecundang! Kau tahu arti sebenarnya MMA? Ayo. Jack, cukup. Dia adikmu! Tenanglah! Kurang ajar! Aku bekerja dua,
mengajar tiap malam untuk apa? Menopang sasanan ini! Kau tahu Simo dan ayah khawatirkan? Mereka ingin kau manfaatkan bakatmu! Apa yang sudah kau perbuat? Kesia-siaan! Pertarungan ilegal! Kau tak tanya soal kami di gym,
bahkan tak kunjungi Ayah! Tidak sekali pun! Tidak pernah! Tenang, istirahatlah. Bau apa ini? Berdirilah. Ada yang BAB di celana? Bunny, aku akan memandikanmu. – Astaga!
– Ayo. Aku tak percaya ucapan mereka
tentang Jason! Yang ini lebih buruk.
Dia minta Jason mundur. Ada apa? Forum menyerang Jason. Biar kulihat. Kita tak bisa biarkan mereka. Jason, forum pertarungan menggila. Troll itu menyerangmu. Biarkan mereka sesuka hati. Aku tak peduli. Biarkan saja. Biar saja? Kita harus serang balik. Berhenti! Kak, Jason sangat membaik belakangan ini. Kau patahkan tangannya
dengan kuncian Kimura itu. Kali ini dia akan siap melawanmu. Serang tangannya lagi. Buat dia lindungi tangannya.
Berikan tanganmu! Palsukan kuncian tangannya. Lalu saat dia melawan, kita beralih ke kuncian belakang. Jack, pukul aku dengan tangan kiri. Ayah! Tak boleh menyerang selangkangan! Aku kurang satu angka,
tapi merusak gaya bertarungmu. Berapa kali kukatakan? Kau tak bisa pilih lawan,
kau harus beradaptasi dengannya! Baik, Ayah! Jika menang, aku akan ikut
turnamen Shooto Jepang. Jika menang, aku dapat 100.000 dolar! Kami akan keluarkanmu dari kursi roda ini.
Tenang. Jangan buang waktu untukku. Masaku usai. Jika punya uang, kau harus melamar dia. Siapa? Lily? Tidak, terima kasih! Dia jahat, tidak cantik, dan berdada rata.
Aku cari yang lain. Katakan lagi! Sarung tangan ini milik Gurumu. Aku menyimpannya, kini jadi milikmu. – Sayang, jangan lawan dia.
– Apa? Aku usir saja. Kita ladeni tantangan di sini. Tenang. Ini hanya sebentar. Astaga! Kau mengalahkannya! Kakak menang! Dia menang! Sayang! Bangunlah! Tidak! Panggil ambulans! Mereka tak pakai sarung tangan ini
untuk MMA. Kau akan terkena infeksi Staph.
Buang saja! Sial. Waktu habis. Aku bersihkan cairan telingamu. Bagaimana kabar bobotmu? Lumayan. Tenang. Latihan ini mudah. Mudah? Pertarunganmu sepekan lagi. Kau harus istirahkan tubuhmu.
Latihanmu terlalu keras. Kau pasti kesulitan menjagaku. Kadang aku menyebalkan. Ya? Hanya terkadang? Jangan bergerak. Minta maaf kepada bosmu
dan minta pekerjaanmu kembali. Aku selalu menemanimu di semua
pertarunganmu. Kenapa malam ini berbeda? Setelah pertarungan ini, semua akan mudah bagi kita. Selesai. Karena kau baik hari ini,
mau aku traktir makan? Aku tak mau itu. Aku punya tempat lain untuk dibersihkan. Sungguh? – Itu menggangguku?
– Di mana? Selamat datang, Pemirsa. Ini dua petarung terbaik
amatir MMA Hong Kong. Jack dan Jason! Kudengar kau bekerja sebagai supir truk? Kau sempat berlatih? Aku angkut perabot,
dan tak perlu berlatih untukmu. Mulai! Ambil ini, kau perlu! Jack sedang kurangi bobot. – Aku akan makan.
– Kau lagi? Empat puluh tujuh… Empat puluh delapan, 49, Lima puluh. Lima. Empat. Kau akan kukalahkan dalam semenit.
Satu ronde! Ayo! Terus! Sayang sekali.
Aku ingin menikmati ronde ketiga untuk menghajarmu habis. Hadirin, kita akan saksikan
sebuah pertarungan seru. Tinggal berapa? Coba kulihat. Bobotmu 72 kg, sedikit lagi. Kau terlihat seperti zombie. – Kau baik-baik saja?
– Aku baik. Aku mandi dulu. BELA DIRI LUI CHUN SING SHOOTO Kita akan terus menunggu? Entah di mana dia. Kita mulai saja. Ya. Selamat datang di konferensi pers Shooto Hong Kong. Kita sambut Pelaksana Shooto, Master Yung! Terima kasih. Terima kasih, Semua. Pertarungan berikutnya akan menampilkan dua petarung kelas ringan terbaik
di Hong Kong, dalam debut profesional mereka. Mewakili Sasana Lui Jun Sing, Jack Chiu. Mewakili FAC, Jason Chan. Berhenti! Berhenti! Maaf tertunda. Jika Jack Chiu tak datang
dalam sepuluh menit, kita akan mulai menimbang,
jika dia tak datang juga dia akan didiskualifikasi. Waktunya sudah habis! Dia datang atau tidak? Mungkin masih berat. Hei, Bunny! Baiklah. Berapa bobotnya? Entahlah! Aku bukan timbangannya. Sepuluh menit lagi Jack didiskualifikasi. Kau siap? Jin bilang kau diskualifikasi
jika terlambat. Setengah pon lagi! – Lima menit.
– Cepat! Ayo, terus! Terus! Waktunya menimbang. Pertama ditimbang, Jason Chan dari FAC. Silakan. Bobot Jason Chan 155 pon, 70 kg.
Sesuai! Tunggu! Baiklah. Aku minta maaf. Karena Jack Chiu belum… Jack! Semua petarung silakan duduk. Ke timbangan, dari Sasana Lui Jun Sing. Jack Chiu! Silakan. Jack Chiu bobotnya 155 pon, 70 kg. Sesuai! Para petarung, berhadapan. Punya pacar baru? Bagus! Hadap kamera. Aku tahu kau benci pertarungan. Aku pasti menang. Sudah larut, tidurlah. Selamat malam. Lindungilah kami dari godaan, jauhkan kami dari setan. Engkaulah Raja, kuasa dan kemenangan
untuk selama-lamanya. Amin. Kalian siap? Semuanya mundur! Jack! Jack! Jason, tetap pada rencana pertarungan! Jack, kalahkan dia! Selamat malam, Hadirin! Malam ini ada sesuatu yang istimewa! Dua petarung amatir terbaik Hong Kong berhadapan di debut profesional mereka. Memperkenalkan, di sudut biru dengan rekor dua kali menang
dan satu kali kalah, Jason Raging Bull Chan! Dan dari sudut merah… dengan 49 kali menang dan tanpa kalah… yang tak terkalahkan, Jack Chiu! Laga akan dimulai. Bagus! Para petarung! Kau tahu aturannya. Lindungi diri setiap saat. Bertarunglah! Paham? Bersalaman. Kembali ke sudutmu! Juri. Juri. Kau siap? Kau siap? Bertarung! Aksi! Jack! Jack! Jack tak serius bertarung! Dia tak bisa kerja dua dan berlatih,
tak ada istirahat. Dia meremehkan Jason. Jack! Jack! Ya! Pertarungan hebat! Ya! Bangun, Jack. Kau tak apa-apa? Jack. – Kau baik-baik saja?
– Jack. – Bagaimana dia?
– Persetan! Kau pukul setelah bel! – Tenang!
– Mau apa? – Jin!
– Cukup! – Cukup!
– Ini petarungan! Cukup. Pegang dia. Bagus. Kau bagus. Ayo, Kak. Hati-hati. Awas. Pemenangnya dengan TKO di ronde pertama! Jason Raging Bull Chan! Ya! Ya! – Selamat.
– Terima kasih. Jadi, setelah pernah kalah dari Jack bagaimana rasanya bisa balas dendam? Aku berterima kasih kepada tim,
pacar, dan pelatihku! Benar, Pelatih? FAC! Tenang, Jack. Lain kali kau pasti menang. Jin, tinggalkan dia sendiri. Dia tidak apa-apa. Tenang! – Pergi!
– Kenapa kau? Bukan urusanmu! – Awas!
– Ada apa? Keluar! Semua keluar! Semua keluar! Semua keluar! Aku lelah sekali. Aku lelah sekali. Aku tak ingin bertarung lagi. – Terakhir, sudah habis.
– Hei! Jangan lagi! Pergilah tidur. Kau kalah bertarung, tak apa! – Hei!
– Simo, aku ingin melawan Jason! Apa kalian gila? Aku ingin menantangnya. Sudah berapa kali kukatakan? Bela diri bukan untuk balas dendam! Jika bisa bertahan satu ronde,
aku anggap kau menang. Kau yang bilang, Jack! Bunny, aku mendukungmu! – Bagus!
– Aku juga! Kau tak dengarkanku? Kak! Jangan hiraukan mereka. Kalian tak punya peluang. Mereka tak akan mau. Tantang saja Jet Li! Jin, buat video tantangan untukku! Aku akan menantang Jason! – Sudah siap?
– Tunggu fokus. Cepatlah! Aku siap. Jason Chan, aku menantangmu bertarung. Lawan aku di arena secara jantan. Kau KO kakakku dalam 30 detik, kau akan KO dalam tiga detik! Jika kau menolak, berarti kau bukan petarung, tapi banci! – Jason.
– Ya? Bunny menantangmu lewat video. Siapa Bunny? Aku tak kenal. Adiknya Jack. Kenapa kalian masih di sini? – Pelatih.
– Adiknya Jack unggah video di internet
dan menghina Jason. Tenang, aku akan melawannya. Tidak boleh! Kenapa? – Hajar dia!
– Dia bukan apa-apa. Jason menang debut profesionalnya. Dia bukan amatir lagi. – Kau ikut aku.
– Ya. Hei! Bunny! Videomu dapat satu juta suka! – Lihatlah!
– Astaga! Sudah kubilang kakakmu hebat.
Kita berhasil. – Ya.
– Bagus. Aku dapat bagian? Ya, tapi secara teknis, jika ada uangnya, – yang dapat aku dan dia.
– Ya. Aku yang di video itu, aku yang dapat. Tak masalah siapa pun
yang ada di video itu, karena aku yang merekamnya. Jack, Guru Yung dari Shooto menelepon.
Dia bilang pertarunganmu viral, dia ingin pertandingan ulang. Bagus! Aku bilang bagus, kenapa? Baik! Ada apa? Apa yang kita lakukan di sini? Tenang, kau punya uang? Hanya beberapa dolar. Untuk apa? Tidak, aku harus bayar seseorang. – Cepatlah.
– Baiklah. Aku ingin bergabung di gym. – Baik, mari kuajak berkeliling.
– Baik! Silakan, lewat sini. JANGAN PERNAH BERHENTI MENGEJAR MIMPI Selamat datang di gym kami. Ada area pelatihan utama di sini. – Ini untuk tinju dan Muay Thai.
– Cepat. Perlahan. Aku hitung sampai tiga! – Ini alat latihan beban.
– Satu, dua, tiga. Selesai. Cepat! Boleh aku melihat-lihat? Silakan. Aku merekam latihan Jason. Kau gila? Keluar dari sana!
Apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan? – Kau merekam?
– Aku tak boleh foto? Kembalikan ponselku! Itu ponselku! Ada apa ini? – Dia merekam kita.
– Itu dilarang. – Hentikan!
– Cukup! Berhenti! Tenanglah! Ada apa? – Dia memukulku!
– Menjauh darinya! Aku mengenalmu.
Kau dari Sasana Lui Jun Sing! Ya, kenapa? Kami tak boleh ke sini? Aku tak peduli itu! Dilarang merekam! Ini tempat pribadi. Pergi! Aku tak seperti kalian, lukai gadis!
Jika berani, lawan aku! – Apa katamu?
– Aku ladeni! Hebat! Jason, ini lawan latihanmu. Beri dia formulir. – Kau mau bertarung?
– Ayo! Beri aku yang 12 ons. Kenapa? Aku tak mau dia mati. Tenang, aku pasti menang. – Tenang.
– Jangan. Jin! Jin! Jin! Jason! Jason! Ayo! Cukup! – Hentikan!
– Ayo! Kau baik-baik saja? Beri tahu Jack… aku bertahan satu ronde dengan Jason! Jin! Selesai! Bawa ke rumah sakit! Kau belum tidur? Aku di mana? Bagaimana kondisimu? Sakitkah? Aku baik-baik saja. Omong-omong, bagaimana penampilanku? Bagus, aku posting ini di Instagram! Berikan ponselnya. – Foto aku.
– Jangan konyol. Cepat! Apa rusukmu masih sakit? Hai. Ya, sakit. Di sini. Tenanglah. Katakan mana yang sakit. Sakit! Jantungku berdebar cepat. Jantungku berdebar! Apa itu normal? Jantung berdebar itu sangat normal. Kurasa aku perlu mandi spons. Aduh. Bagaimana kondisinya? Kenapa kau di sini? Pergi! – Tenang!
– Jangan pegang! – Pergi kalian!
– Berhenti! Kau merekam kami! – Ada apa?
– Berisik! Kendalikan mereka! Jangan atur kami! – Cukup!
– Pergi kalian! Hindari kekerasan. Kami mau lihat Jin. – Tidak boleh!
– Keluar! Jangan dorong! – Jalang!
– Hei! – Kau gila?
– Kenapa menamparnya? Kau gila. – Hei!
– Letakkan, tenanglah. Aku tak apa-apa. Maaf. Apa kau sudah gila? Kau bawa Jin ke gym mereka. Lihat akibatnya! Jangan salahkan dia. Kau yang bilang Jin tak bisa bertahan
seronde pun lawan Jason. Dia berhasil. Kau puas? Jika tahan satu ronde, kau menang. Jack, ayolah. Kami bantu. – Istirahat!
– Istirahatlah. Satu, dua… Tiga, empat… Tendangan kaki kanan! Tendangan depan! Satu, dua… Blok! Tendangan kanan, lagi! Tambah tenaga! Kau baik-baik saja? Aku tak apa-apa. – Aku akan istirahat.
– Silakan. Kenapa kakimu? Tidak apa-apa. Jangan bohong. Aduh! Kau bisa bertarung? Tenang saja! Aku bilang tak apa-apa! Rahasiakan ini. Kau lelah? Ya. Nak, jika kau menang undian, dan punya uang banyak. Apa yang akan kau lakukan? Kenapa tanya begitu? Jawab saja. – Aku…
– Ya. Aku akan buka sasana, jadikan Simo pelatih, dan membantumu. Mungkin melatih Bunny jadi petarung. Astaga. Menurutmu Bunny bisa jadi petarung? Undiannya itu yang sulit. Masih ada kemungkinan. Kau sudah mewujudkan impianmu. Impian? Mimpi sirna saat kau bangun! Aku ingin yang terbaik untuk Bunny. Tapi dia tak berpikir begitu.
Aku harus apa? Kau mau buktikan pada Bunny. Lakukan laga ulang. Kau ingin buktikan kau bisa mengalahkan Jason. Kau pikir bisa menang? Aku pasti menang. Kakimu terluka, tapi kau berpura-pura
tak ada masalah. Aku sudah minta dia untuk dirahasiakan. Dia bilang demi kebaikanmu! Simo ingin kau dan adikmu bahagia. Dia tak peduli soal reputasi sasana ini. Sasana kita ini… tak memungut bayaran. Sudah begitu sejak Gurumu masih hidup. Kami kekurangan uang setiap bulan. Uang yang kau beri hanya cukup
membayar separuh pengeluaran. Setengahnya lagi… kami dapat dari Bunny. Kenapa dia korbankan diri? Dia melakukannya untukmu,
ayahmu, dan sasana ini! Kalian selalu memihaknya. Aku belum selesai. Hari saat kalian bertengkar itu Kau tahu Bunny bilang apa? Dia akan cari lebih banyak uang, agar kita bisa menyewa juara dunia untuk jadi pelatih kita! Kau lihat amarahmu itu? Tak akan pernah hilang. Kau keras kepala seperti Gurumu!
Bunny mau yang terbaik untukmu! Terserah kau saja! Saudara tak akan saling dendam. Kau kakaknya. Berikan contoh yang baik. Biarkan adikmu tahu bertarung bukan untuk balas dendam. Itu bukan alat penyalur amarah. Semangat sejati petarung… Kau sudah tahu, bukan? Apa? Bunny! Ke mana saja kau? Aku punya pertarungan untukmu! Ini uang mudah. Kau ikut, bukan? Jika menang di ronde pertama,
bayarannya tiga kali lipat! Aku tak mau bertarung lagi. Tiga kali lipat! Aku tahu kau mau pertarungan profesional
seperti Jack. Bunny, pikirkanlah! Kau petarung jalanan,
tak perlu yang profesional. Kau berutang lagi, jangan bohong. Aku tidak bohong. Aku dapat pertarungan bagus untukmu! Terlebih lagi… kau harus ingat utangmu ke Blackie aku yang mengurusnya hari itu. Berhentilah memanfaatkanku! Aku sudah janji pada Simo
untuk tak bertarung untukmu lagi. Jangan khawatir,
aku akan kembalikan uangmu. Tenang, sudah dulu. Kau kakaknya. Berikan contoh yang baik. Biarkan adikmu tahu Bertarung bukan untuk balas dendam. Perhatian! Aku batal lawan Jason! – Pertarungan batal.
– Kenapa? Kakiku sakit. Aku tak bisa bertarung. Aku mau Bunny… yang lawan Jason. Apa? Kau janji balaskan dendam Jin
beri pelajaran pada Jason. Pertarungan bukan demi balas dendam. Aku diingatkan soal jiwa petarung sejati. Kita tak akan menyerah. Kadang kita jatuh, tapi bangkit lagi. Yang penting adalah tahu yang penting bagimu. Dengan keberanian dan ketekunan,
kita bertarung! Tanpa keberanian atau tekad,
kita akan kalah. Ketahuilah, pertarungan ini… bukan soal reputasiku tapi reputasi sasana. Aku percaya Bunny! Aku mau latih dia dengan Simo. Agar dia bisa bertarung melawan Jason. Waktu kita tinggal dua bulan. Bunny belum pernah bertarung profesional. Tenang, tak ada masalah
Simo dan aku melatihnya. Mari lihat apa Bunny bisa lulus uji! Enam belas. Tujuh belas. – Delapan belas.
– Semenarik surga Sembilan Belas. Dua puluh. Masuk ke ring! Yang benar saja. Kau tak mau aku lulus? Baiklah… Ayo! Astaga! Berhenti! Waktu habis! Saatnya Jujitsu! Kakak, kenapa serius sekali? Harusnya ini hanya ujian. Apa aku lulus? Hampir tak lulus. Besok bangun pagi! Hei, Kakak! Siapa itu? Aku, Monster. – Monster!
– Ya, ini aku. Sudah berapa lama? Kau ke mana saja? Setelah Guru wafat, aku ke Brasil. Aku menetap di sana. Bagaimana kabar semuanya? – Baik.
– Sepertinya ada yang mengganggumu. Apa terlihat jelas?
Aku masih bingung izinkan Bunny masuk arena atau tidak. Bunny sudah berkembang pesat. Menurutku jika seseorang sadar bakat, dengan latihan yang tepat,
dia pasti akan sukses. Menang atau kalah, itu bukan hal penting. Jason, manajermu ingin kau bertarung. Aku tak setuju kau lawan dia. Siapa namanya? Bunny? Omong-omong. Bagaimana menurutmu? Tidak apa, ini pertarungan biasa. Jika menang, aku bisa berlaga
di Shooto Jepang. Ada sisi baiknya. Pikirkan masak-masak. Kau lawan petarung jalanan,
tapi jika kalah… rekor profesionalmu akan rusak. Anggap serius pertarungan ini. Pasti. Ambil napas! Bahu digerakkan. – Baik, kau yang memutuskan.
– Lima. – Empat.
– Ya. Tiga, dua, satu. Astaga! Teruskan. Putar pinggangmu. Sekali lagi! Empat. Lima. – Enam.
– Sampai jumpa di penimbangan. Delapan. Semuanya! Aku punya kabar baik! Manajer Jason setuju. Mereka sudah tanda tangan kontrak. Ya! Bos. – Semua sudah dikirim?
– Sudah. Aku berhenti bekerja. Berhenti? Kenapa? – Aku akan bertarung di MMA.
– MMA? Tempat para pegulat itu? – Ya.
– Kau tahu MMA? Ajari aku agar bisa memiting istriku. Aku tahu kau sudah terlatih. Lakukan yang terbaik!
Berjuanglah demi kami! – Kau boleh kembali kapan pun.
– Baik. Bunny, kemarilah. Ada apa, Simo? Jack bertarung dengan kekuatan hebat, gayamu sedikit berbeda. Waktu reaksimu lebih cepat dari yang lain. Conor McGregor berkata, “Presisi kalahkan
kekuatan, waktu kalahkan kecepatan.” Kau petarung yang lebih baik dariku. Sejak masih kecil,
kau tak pernah takut kalah. Kau bisa temukan kedamaian di arena. – Percayai nalurimu.
– Baik! Bunny… Aku harus kurangi bobot? Jangan konyol. Kau setengah bobot Jason. Kau butuh 5.000 kalori sehari
untuk tambah bobot. – Luar biasa!
– Apa? Aku mau ototnya yang besar, bukan lemak!
Bobot idealnya 136 pon, Nak! Itu juga bagus! Temui Ling di pasar! Jangan daging babi! Hanya ayam! Ya, otot. Empat puluh sembilan Lima puluh Sentuh! Kau dilatih juara tinju. Coba lagi. – Bagus,
– Kakak, bagaimana bisa lepas dari suplex? Jangan biarkan lawan ke belakangmu. Bertahanlah! KAMI MEMBUAT ANDA JADI KUAT Terus! Kau mau pertarungan ini atau tidak? Ayo! Ayo! Ini! Ayo. Bagus! Simo! Astaga! – Jason.
– Ya? Aku minta bantuan dua petarung. Pelatih Tony dan Godson. Lagi! Terus, pertahankan kekuatan! Jaga ketegangan.
Jangan biarkan dia beristirahat. Kanan, gerakan samping. Jaga tekanan! Pelatih Tony, istirahatlah. Pelatih Godson ambil alih. Dia sama dengan Bunny. Ukur jarakmu. Ambil serangan! Pikir! Ayo! Kendalikan dia! Pertahankan tekanan! Ya, Pak. Kau percaya diri.
Bagaimana kau akan kalahkan Bunny? Aku kalahkan kakaknya dalam 30 detik. Kali ini dia akan kukalahkan dalam 20 detik. Pria ejakulasi dini! Mari kita sambut Master Yung
untuk penimbangan! Petarung Jason Chan 70 kg, 155 pon! Sesuai! Petarung Bunny Chiu, 66 kg, 145 pon. Sesuai! Waktunya petarung berhadapan! Silakan. Ada apa? Aku punya nomor ponselmu. Hei… Bunny, aku tahu kau akan melawan Jason… Jika kau menang… Blackie… akan hapus utang kita. Hei! Kalahkan Jason demi kakakmu. Baik. Jack! Aku tak percaya kau minum lagi. Jika Simo tahu, kau akan dihajar! Kau yang akan bertarung besok, bukan aku. Kenapa kau belum tidur? Ini masih sore. – Kakak…
– Apa? Kau hanya kalah sekali. Kenapa kau tak mau lagi bertarung? Kenapa? Kenapa kita menjadi yatim? Tertindas. Kenapa kita tak punya rumah
dan orang tua? Jika kita bukan yatim, Eric tak akan adopsi kita. Kita tak akan bertemu Simo. Kau tak akan bersama Lily. Kau belajar bertarung bukan
karena agar bisa melindungiku. Aku apa kau yang jadi kakak? Tentu saja kau. Aku tahu. Cara kita tumbuh, tidak seburuk itu. Aku tahu. Tak ada orang di dunia
yang bisa mengalahkan kakakku. Kau pahlawanku! Jangan menyerah! Kau tahu betapa sulitnya jadi pahlawanmu? Betapa sulitnya bertarung… Menurunkan bobot… Jack, petarungnya… Itu bukan aku yang sebenarnya. Hiraukan ayah soal 155 pon.. Kau terlalu tinggi untuk kelas ringan. Kau berusaha keras demi ayah bangga. Menurutmu aku tak tahu? Ini bukan untuk Eric. Tapi untukmu! Aku lawan Jason sebagai profesional untuk menginspirasimu. Walaupun kita anak yatim, miskin, hidup di jalanan, jika kau serius, kerja keras,
kau pasti akan berhasil! Aku tak akan berhenti bertarung. Jadi dewasa membuatku sadar prioritas. Bukan bertarung yang bisa
membuatku senang. Aku ingin memiliki keluarga sendiri. Itu yang terpenting. Jika aku mengalahkan Jason besok,
aku bisa bertarung di Shooto Jepang. Jika menang empat laga,
dapat 100.000 dolar! Aku bisa ringankan bebanmu. Kau yakin menang? Ayolah. Tentu saja. Berapa dolar Hong Kong 100.000 dolar? Bagaimana aku tahu? Aku tak pikirkan kalah saat bertarung. Aku tahu itu hanya perkelahian jalanan,
tapi setiap kali melawan seseorang, aku pikirkan hal sama. Jika aku jadi kau,
bagaimana agar bisa menang? Setiap kali memikirkannya,
aku tahu akan menang. Dasar kurang ajar. Bersulang! Aku tahu kau hebat. Maafkan aku. Kenapa minta maaf? Semua yang Guru, dan aku tak raih… Kau pasti bisa. Ya. Ini bir terakhir bir. Kekuasaan, kejayaan… Untuk selama-lamanya. Amin. Ini milikmu. Tuhanku… sama dengan Tuhanmu. Semuanya berteriak! Bunny! – Bunny!
– Lebih keras lagi. Bunny! Kau pasti bisa! Gigi. Habisi dia. Ini akan dimulai! Kakek… Bunny! Bunny! RONDE 1 Bunny! Jangan terpancing. – Habisi dia!
– Ayo, Bunny! Hadirin sekalian! Kalian siap? Ini adalah laga utama malam ini. Petarung dari sudut merah, sensasi YouTube! The Energizer Bunny! Chiu Wai To! Dan petarung dari sudut biru, dengan rekor profesional 1-0, Jason Raging Bull Chan! Kalian berdua tahu aturannya. Selalu lindungi diri!
Bertarunglah dengan seru! Mengerti? Sentuh sarung tangan.
Kembali ke sudut! Juri. Juri. Kau siap? Bertarung! Atur jarakmu! Masuk ritmemu sendiri! Jaga posisi! – Bertahan!
– Jaga kendali atas. Bunny! Bertahanlah! – Serang!
– Awas, Bunny! Tiga, dua, satu. Berhenti! Itu setelah bel! – Pukulannya keras.
– Aku juga. Kau bisa tahan! Terus maju, kau pasti bisa. – Ya.
– Serang lalu mundur! RONDE 2 Ronde kedua! Ronde kedua! Ronde kedua. Sudah siap? Bertarung! PERTARUNGAN SHOOTO HONG KONG Kunci tangan kanannya! Sepuluh detik, bertahanlah! Bunny! Jangan tertidur! Tiga. Dua. – Satu.
– Berhenti! Duduklah. Berapa jariku? – Satu.
– Bagus, sekarang? – Tiga.
– Bagus! Ada apa? Pandanganku kabur. Tahan. Tahan. Tenang, bertarung seperti di sasana. Kau membuatnya bingung. Jangan biarkan dia menjatuhkanmu. Kau raja petarung! Berdiri dan hajar dia! Ronde terakhir. Mundur! Kau siap? Bertarung! Berhenti! Ya! Bagus! Berhenti! Berhenti! Itu tidak sah! Ya! Aku menang! Diam. Itu pengurangan poin. Kau tak boleh menendang lawan di bawah. – Pelanggaran.
– Apa? Di MMA semua bebas, bukan? Ini belum berakhir. Kenapa? – Kemarilah.
– Hei! – Ada apa?
– Mundur! Mundur! Juri… menendang lawan di bawah, satu poin! Tidak. Kita menang. Pengurangan angka di ronde ketiga.
Dia akan kalah. Bunny tak akan menang angka. Dia harus menjatuhkannya! Siap? Kau siap? Bertarung! – Bangun!
– Bunny! Sekarang! Berdiri! – Bangun!
– Cepat! Kau pasti bisa! Bangun! Bertarung! Jangan sampai dijatuhkan! Terus, Jason! Kau pasti menang! Sial! Dia terbuka, ke kanan! – Ayo!
– Teruskan! Jason! Berhenti! Pukulan hebat! Dia pasti menang! – Dia temanku!
– Luar biasa! Kapan main lagi? Segera! Bulan depan di Jepang! – Jepang!
– Pergi ke Jepang! Baiklah. – Ada apa?
– Tak ada apa-apa. – Kenapa dihentikan?
– Tak apa. Petarung. Pemenang di ronde ketiga dengan TKO! Maju ke kompetisi Shooto Jepang! Dari sudut merah, The Energizer Bunny, Chiu Wai To! Bunny! Permusuhan antara kedua tim
menghadirkan pertarungan ini. Semua selesai, apa perasaanmu? Aku ingin bilang walau tumbuh di panti asuhan,
miskin dan tidur di bawah jembatan, dengan kerja keras, kita bisa juara! Bunny! Semua! Ini pertarungan terakhir hari ini! Dua sabuk biru terakhir, Sindy dan Lily! Kunci tangannya! Awas! Lily menang! Terima kasih. Selamat, Lily!
Upacara kenaikan sabuk dimulai! Aku hanya bisa ucapkan selamat. Selamat! Ayolah, kau seharusnya melindungi pacarmu! Aku sendiri saja! Kalian Belum makan? Cambuk lebih keras! Hei! Aku ada pengumuman penting. Kita punya bos sasana baru! Namanya Jack. Aku bukan hanya pemilik, juga pelatih kepala! Aku dan Simo akan gembleng kalian! – Ya!
– Gembleng aku juga! Dan akhirnya… Adiknya Jack, Bunny… diundang oleh Asosiasi Shooto untuk berlaga di kompetisi Shooto Jepang! Kita mulai latihannya sekarang! ARENA ODAWARA Astaga! Apa artinya itu? Artinya hebat! Luar biasa! – Ada apa?
– Di sini banyak petarung. Aku gugup. Kenapa gugup? Kau bisa dipijat! – Lihat tempat ini!
– Seratus ribu dolar. – Master Eric!
– Ya. – Kacang.
– Terima kasih. Salam sarung tangan dan kembali ke sudut. Bertarung! UFC FIGHT PASS KARAKTER JACK BERDASARKAN DIXIN XIONG Kehidupan petarung
bukan untuk semua orang. Kebahagiaan setelah menang,
keputusasaan setelah kalah hanya dirimu yang tahu. Aku tak bisa seperti ini
tanpa bantuan pelatih dan teman. Yang terpenting,
kekasih yang selalu mendukung. Tidak penting menang atau kalah. Yang penting aku akan terus
menantang diriku. Aku ada tantangan baru untuk diri sendiri.
Aku membuat Gym MMA. Aku ingin melatih Conor McGregor
dan Ronda Rousey berikutnya. BELUM SELESAI ENAM BULAN KEMUDIAN Simo telah mengajarimu dengan baik. Kapan aku boleh berkompetisi? Kau harus latihan lagi. Jadi, kapan? Omong-omong, apa pekerjaan kakakmu? Petarung, sepertimu. Petarung? Mungkin aku kenal. – Siapa namanya?
– Hei. Hei. Ini kakak ketigaku. Halo. Senang jumpa denganmu. – Aku juga.
– Namaku Jin. Jin? Kau berasal dari mana? Sasana Lui Jun Sing. Tidak asing. – Sungguh?
– Ya. Permisi, Nona. Di mana Jalan Dayau? – Jalan Dayau…
– Hei, kau menggoda istriku? Dia tersesat. Berengsek! Gunakan saja Google Maps! Kau peamarah sekali… Bagaimana jika anak kita sepertimu? Anak? – Kau hamil?
– Ya! – Aku akan jadi ayah!
– Ya! Astaga! Sudah kubilang posisi Half Guard berhasil! – Begini!
– Apa? Jika laki-laki, kita namai Conor! Jika perempuan, namanya Ronda! Pengiriman Cepat, Pilihan Juara! Terjemahan subtitle oleh Maulana.

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *